Berita Harian Terupdate | motivasi

Ahok merasa diadu domba dengan Maruf Amin dan para ulama

Haoer365.com –¬†Pernyataan terdakwa kasus dugaan penistaan agama Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok yang menyebut Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Maruf Amin menerima telepon dari Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) agar dikeluarkan fatwa, membuat suasana semakin panas. GP Ansor sudah menyatakan sikap mengecam pernyataan Ahok dan tim kuasa hukumnya. GP Ansor juga bakal membela mati-matian Maruf Amin.

Menanggapi itu, Ahok justru menuding ada pihak-pihak yang memanfaatkan situasi dengan mengadu domba antara dia dan para ulama, dalam hal ini Maruf Amin. Ahok mengklaim menghormati ulama, baik itu NU maupun Muhamaddiyah. Pernyataannya di persidangan dinilai sengaja dipolitisir.

“Kayak gitu langsung diplesetin, enggak hormati ulama, enggak hormati kiai. Saya lihat tadi pagi sudah adu domba saya lagi. Terus ada lagi tim jubir dari pasangan yang lain sudah bilang menghina integritas PBNU. Aduh orang yang bekerja relawan saya itu orang NU loh. Itu relawan nusantara itu NU di Jakarta yang bantu keliling kampanye,” ujar Ahok di Marunda, Jakarta Utara, Rabu (1/2).

Mantan Bupati Belitung Timur ini mengaku punya hubungan baik dengan para ulama. Dia mengaku selalu menghormati para ulama. “Kalau ketemu Pak Kiai tentu kita hormati, apalagi orang NU lagi. NU orang Muhamaddiyah sudah ada hubungan baik.”

Dia menjelaskan, posisi Maruf Amin dalam persidangan adalah saksi. Karena itu tim kuasa hukum bertanya dan menggali lebih dalam. Sayangnya, kata dia, itu dianggap tidak menghormati.

“Tentu di sana, Jaksa menggali sesuatu dapat bahan buat bikin saya terpidana dong. nah penasihat hukum saya tentu juga berusaha menggali menanya-nanya supaya saya bebas dari pidana. Tentu dalam dialog di sana tentu nanya bukan tidak menghormati,” ucapnya.

Ahok menyesalkan keadaan semakin kacau karena ada yang kepentingan politik yang menunggangi kasusnya. Padahal selama ini Ahok selalu dibela oleh NU. Keputusan jaksa penuntut umum menghadirkan Maruf Amin dinilai sebagai salah satu penyebab terjadinya kegaduhan.

“Sekarang gini ya, ini politik mau Pilkada jadi sadis tahu enggak. Ini orang tua, ini pak kiai, PBNU lagi. Selama ini NU kan yang paling bela saya, cuma dalam sidang, saya harus jelasin ini. Hakim sama jaksa bilang, ‘pak kiai di sidang kami akan panggil saksi, saudara saksi’. Siapa yang menghadirkan Kiai Maruf? Jaksa. Kalau saya enggak mau hadirkan, ketua ngapain. Ini si Jaksa panggil datang, sama KPU. Jadi kita harus bedakan, maksud saya itu saksi pelapor. Jadi kiai Maruf amin ini bukan saksi pelapor loh. ini juga bukan saksi fakta juga, hanya si JPU pengen tahu kok keluar (fatwa) MUI. lalu dia undang, sama kaya KPU DKI,” ucapya.

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *