Akhiri Tes di Valencia, Vinales Malah Kagumi Yamaha M1 Terlawas

Akhiri Tes di Valencia, Vinales Malah Kagumi Yamaha M1 Terlawas

Maverick Vinales (Movistar Yamaha) akhiri sesi tes pasca MotoGP 2017 di sirkuit Ricardo Tormo Valencia, Rabu (15/11) dengan hasil yang kurang memuaskan.

Vinales akhiri tes di Valencia dengan hasil catatan waktu 1:30,640 detik atau berada di urutan ke lima. Catatan waktu Vinales merosot dibandingkan hasil saat tes hari pertama 1:30.189 detik.

Dari hasil tes terkahir di Valencia, Vinales mengeluhkan sasis Yamaha M1 2017 dan lebih memilih sasis Yamaha M1 2016, Vinales pun memastikan lebih memilih chassis Yamaha M1 2016, setidaknya di sirkuit Spanyol.

“Kami kehilangan waktu sekitar 0,4 detik dengan motor yang sama, ada yang masih belum kami mengerti. Mereka harus bekerja dan kita harus memutuskan sasis mana, sebagai pilihan untuk tahun 2018. Anda harus sangat jelas dan yakin tentang keputusannya. Sasis 2016 lebih baik untuk menikung kecepatan tinggi, saya merasa roda lebih banyak berputar dan ini lebih mudah bagi saya, mari kita lihat, kita harus memutuskan mana yang paling mudah untuk cepat,” ujar Vinales.

Johann Zarco (Yamaha Monster Tech3) yang juga sama-sama menggunakan sasis 2017 saat tes, namun hasilnya lebih baik dari Vinales. Di mana Zarco mampu mencatatkan waktu 1:30.439 detik atau berada di posisi tiga.

“Sulit untuk membandingkannya, saya dan Zarco memiliki gaya berkendara dan perasaan yang berbeda dengan motor. Saya mencoba dengan gaya sendiri begitu juga dengan Zarco, jadi itu sulit untuk membedakannya,” tegas Vinales.

Vinales akhiri tes di Valencia dengan hasil catatan waktu 1:30,640 detik atau berada di urutan ke lima. Catatan waktu Vinales merosot dibandingkan hasil saat tes hari pertama 1:30.189 detik.

Dari hasil tes terkahir di Valencia, Vinales mengeluhkan sasis Yamaha M1 2017 dan lebih memilih sasis Yamaha M1 2016, Vinales pun memastikan lebih memilih chassis Yamaha M1 2016, setidaknya di sirkuit Spanyol.

“Kami kehilangan waktu sekitar 0,4 detik dengan motor yang sama, ada yang masih belum kami mengerti. Mereka harus bekerja dan kita harus memutuskan sasis mana, sebagai pilihan untuk tahun 2018. Anda harus sangat jelas dan yakin tentang keputusannya. Sasis 2016 lebih baik untuk menikung kecepatan tinggi, saya merasa roda lebih banyak berputar dan ini lebih mudah bagi saya, mari kita lihat, kita harus memutuskan mana yang paling mudah untuk cepat,” ujar Vinales.

Johann Zarco (Yamaha Monster Tech3) yang juga sama-sama menggunakan sasis 2017 saat tes, namun hasilnya lebih baik dari Vinales. Di mana Zarco mampu mencatatkan waktu 1:30.439 detik atau berada di posisi tiga.

“Sulit untuk membandingkannya, saya dan Zarco memiliki gaya berkendara dan perasaan yang berbeda dengan motor. Saya mencoba dengan gaya sendiri begitu juga dengan Zarco, jadi itu sulit untuk membedakannya,” tegas Vinales.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *