Beda Pendapat antara Kepala Kru Vinales dengan Rossi soal Penyebab Yamaha Tertinggal dari Honda-Ducati

Beda Pendapat antara Kepala Kru Vinales dengan Rossi soal Penyebab Yamaha Tertinggal dari Honda-Ducati

Kepala Kru Maverick Vinales, Ramon Forcada, membeberkan alasan kenapa Honda dan Ducati lebih unggul ketimbang Yamaha.

Musim lalu menjadi masa kelam bagi pabrikan Yamaha karena mulai tergusur oleh Ducati yang mampu bangkit.

Padahal setelah era Casey Stoner selesai, Ducati selalu berada di belakang pabrikan Honda dan Yamaha.

Menurut Ramon Forcada, alasan Yamaha kalah dari dua pabrikan tersebut dikarenakan kecocokan antara pebalap dan tunggangannya.

Hal tersebut berbeda dengan pendapat pebalap Yamaha lainnya, Valentino Rossi.

Rossi sebelumnya mengatakan bahwa penyebab Honda dan Ducati lebih unggul dari Yamaha adalah karena keduanya mampu mengoptimalkan piranti elektronik (ECU).

“Apa yang membuat Honda dan Ducati kuat adalah tandem yang mereka bentuk dengan pebalap mereka,” kata Ramon Forcada dikutip BolaSport.com dari Tuttomotoriweb.

“Pasangan Marc Marquez-Honda telah kuat selama bertahun-tahun dan Andrea Dovizioso-Ducati selama satu setengah tahun,” ujar Forcada melanjutkan.

Mantan Kepala Kru Jorge Lorenzo lantas membandingkan antara Casey Stoner dan Valentino Rossi sewaktu di Ducati.

Sehingga menurutnya tidak ada motor yang bagus dan motor yang buruk.

“Tidak ada motor yang bagus dan motor yang buruk. Ada pasangan yang bekerja dengan baik dan yang lain tidak.”

“Sebagai contoh, beberapa tahun yang lalu, Ducati memenangkan balapan bersama Stoner, jadi motornya baik-baik saja. Kemudian Rossi, yang merupakan pebalap fantastis, telah tiba dan semuanya telah menjadi bencana. Ini adalah hal-hal yang kadang terjadi,” tutur Forcada.

Memang saat itu (2011-2012), Valentino Rossi hanya mampu tiga kali naik podium selama dua tahun kebersamaannya dengan Ducati.

The Doctor baru bisa kembali tampil kompetitif setelah kembali ke Yamaha pada musim 2013.

Hal tersebut terbukti dengan keberhasilan Rossi menjadi runner-up Kejuaraan Dunia MotoGP selama tiga musim berturut-turut sejak musim 2014.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *