Mazda SkyActiv-X, Mesin Bensin Rasa Diesel

Mazda SkyActiv-X, Mesin Bensin Rasa Diesel

Salah satu hal yang patut menjadi perhatian untuk Mazda selain menciptakan mobil seksi adalah membangun mesin generasi baru bernama SkyActiv-X.

Mazda selama ini dikenal sebagai pencipta mesin inovatif dan bahkan jajaran mesin SkyActiv-G yang beredar saat ini (terdiri dari mesin 2.0-liter naturally aspirated dan 2.5-liter turbo) memiliki rasio kompresi yang tak ditemukan pada mesin lain yang berkapasitas sama.

Standar industri saat ini mendesak pabrikan mobil untuk menciptakan mesin dengan performa apik tanpa mengorbankan efisiensi bahan bakar.

Mazda punya solusi unik untuk mengatasi tantangan itu melalui mesin anyar SkyActiv-X.

Fondasi dapur pacu ini adalah mesin bensin berpengapian kompresi supercharged. Ini tentu tak lazim bagi mesin bensin sebab normalnya untuk pengapian di dalam silinder mesin itu menggunakan busi.

Tapi karena para insinyur Mazda menemukan solusi untuk menggabungkan cara bagaimana mesin diesel membakar bahan bakar (yaitu menggunakan udara yang terkompresi) ke dalam teknologi mesin anyar ini, maka mereka menciptakan sebuah mesin yang pengapiannya berubah-ubah dari busi menjadi pengapian kompresi.

Mesin baru racikan para insinyur Mazda itu diklaim memiliki kadar emisi rendah layaknya mesin bensin, tapi irit bagaikan mesin diesel.

Pengapian kompresi sebagian besar terjadi selama putaran mesin (rpm) rendah, yaitu ketika akselerasi ekstra cepat tak dibutuhkan. Pada kondisi seperti itu, campuran bahan bakar sangat miskin sehingga mesin dapat beroperasi secara efisien.

Namun ketika membutuhkan akselerasi agresif, maka proses pengapian diambilalih lagi oleh busi.

Jay Chen, kepala insinyur dapur pacu Mazda, menjelaskan kepada Autoguide mengenai tujuan dari konsep mesin baru ini. “Mesin mobil adalah area dasar untuk menggambarkan bagaimana untuk menciptakan mesin berperforma tinggi tapi tetap irit bahan bakar,” katanya.

Ia menambahkan bahwa fokus Mazda pada mesin baru ini adalah alasan utama mengapa pabrikan ini tidak menggunakan teknologi eksternal, seperti misalnya teknologi stop-start untuk mendongkrak efisiensi bahan bakar.

“Kami selalu ingin bekerja dari sisi dalam mesin untuk mendongkrak tenaga dan efisiensi, bukan dengan menggunakan teknologi non-mesin yang dapat mengganggu dinamika mengemudi,” ucap Chen.

Diperkirakan mesin anyar Mazda ini baru akan diluncurkan dalam dua tahun ke depan, yang bisa jadi pertama kali dicangkokkan pada Mazda3 generasi anyar.

Nah, bila melihat obsesi Mazda untuk menciptakan mobil yang asyik dikendarai, semestinya mesin SkyActiv-X layak ditunggu kiprahnya dalam waktu tak lama lagi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *