Meninggalnya penyelam Syachrul Anto di tengah misi SAR Lion Air jadi sorotan dunia

Penyelam Syachrul Anto gugur di tengah tugas mulia, dalam misi kemanusiaan mengevakuasi puing Lion Air PK-LQP dan 189 orang yang ada di dalamnya. Misi di Tanjung Karawang hanya satu di antara rekam jejaknya yang panjang sebagai relawan SAR.

terjadi pada Boeing 737 MAX, pesawat anyar, yang celaka pada Senin pagi di Laut Jawa, 13 menit setelah lepas landas dari Jakarta,”

Gugurnya Syachrul Anto di tengah tugas sejauh ini juga dikabarkan banyak media lain, dari sejumlah benua: Asia, Australia, Amerika Serikat, Eropa.

Tak hanya mengevakuasi bagian jasad, yang jumlahnya mencapai 73 kantung jenazah pada Sabtu 3 November 2018, para penyelam juga berjasa mengangkat puing-puing pesawat, termasuk instrumen perekam data penerbangan atau flight data recorder (FDR) yang didapat pada Kamis lalu.

Sementara itu, Kabasarnas Marsekal Madya Muhammad Syaugi mengatakan, Syachrul gugur bukan karena menyalahi prosedur penyelaman.

“Prosedur semua telah dilakukan, sudah dilewati, tidak ada yang keliru. tidak ada yang terlewat. Baik kesehatan, peralatan hingga teknik berangkat ke medan operasi sudah siap semua,” katanya di JICT, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Sabtu (3/11).

Bahkan, katanya, semua penyelam yang jumlahnya lebih kurang 100 orang adalah berpengalaman juga profesional.

“Semua penyelam ini andal dan profesional, saya lihat sendiri,” tegas Syaugi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *