Palestina sesalkan rencana Australia pindahkan kedutaan ke Yerusalem

Dalam pertemuan bilateral antara Palestina dan Indonesia diJakarta hari ini, Menteri Luar Negeri Palestina Riyad al-Maliki menyesalkan pernyataan Australia yang hendak memindahkan kedutaannya untuk Israel di Tel Aviv ke Yerusalem.

Maliki menyebutkan langkah pemindahan kantor kedutaan tersebut melanggar hukum internasional dan berisiko mengganggu hubungan bisnis Australia.

“Oleh karenanya, saya harap Australia akan mempertimbangkan kembali langkah yang akan diambil, sebelum mereka benar-benar melakukannya,” kata Maliki

Menteri Luar Negeri Indonesia Retno Marsudi juga menegaskan isu Yerusalem merupakan satu dari enam isu yang harus dinegosiasikan dan diputuskan sebagai bagian akhir dari perdamaian yang komprehensif.

Oleh karena itu, Indonesia meminta Australia dan negara-negara lain untuk terus mendukung proses perdamaian Palestina dan Israel sesuai prinsip yang telah disepakati.

Dan tidak mengambil langkah mengancam proses perdamaian itu sendiri dan stabilitas perdamaian dunia.

“Dukungan Indonesia dan Palestina adalah amanah konstitusi” dan kegiatan Solidarity Week for Palestine yang sedang berlangsung merupakan bentuk dukung dari pemerintah dan rakyat Indonesia kepada Palestina.

Sebelumnya, Australia mempertimbangkan untuk memindahkan kedutaan besarnya dari Tel Aviv ke Yerusalem, mengikuti jejak Amerika Serikat yang sudah lebih dahulu mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel.

Langkah ini, kata Perdana Menteri Scott Morrison, merupakan gagasan yang diusulkan oleh mantan duta besar untuk Israel, Dave Sharma, yang merupakan kandidat Partai Liberal konservatif.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *