Pernyataan tidak konsisten dari Saudi dalam kasus terbunuhnya Jamal Khashoggi

Pemerintah Arab Saudi melalui Jaksa Agung kemarin akhirnya mengakui jurnalis Jamal Khashoggi terbunuh di konsulat Saudi di Istanbul,

Turki pada 2 Oktober lalu. Pernyataan itu cukup mengejutkan namun memicu lebih banyak lagi pertanyaan.

Khashoggi dikatakan tewas ketika terjadi baku pukul dengan sejumlah orang di dalam konsulat.

Pernyataan itu bertentangan dengan sejumlah keterangan dari otoritas Saudi sebelumnya.

Pejabat Turki mengatakan kepada harian the New York Times, mereka memiliki rekaman suara dan video yang membuktikan Khashoggi disiksa, dibunuh kemudian dimutilasi oleh sejumlah agen Saudi di dalam konsulat.

Dia masuk konsulat lalu tidak lama keluar

Dilansir dari laman CNBC, Sabtu (20/10), Putra Mahkota Saudi Pangeran Muhammad bin Salman sebelumnya mengatakan kepada Bloomberg, Khashoggi pergi meninggalkan konsulat tak lama setelah dia masuk.

“Sepengetahuan saya dia masuk lalu keluar setelah beberapa menit atau satu jam. Saya tidak yakin.

Kami sedang menyelidiki kasus ini lewat Kementerian Luar Negeri untuk mencari tahu apa yang terjadi ketika itu,” ujar bin Salman kala itu.

Ketika ditanya apakah Khashoggi sudah tidak berada di dalam konsulat, sang Putra Mahkota mengatakan kepada Bloomberg, “Ya, dia sudah tidak di dalam.”

Saudi juga memecat Wakil Kepala Intelijen Ahmad bin Hassan Asiri dan penasihat hukum kerajaan Abdullah Al-Qahtani serta menangkap 18 orang warga Saudi yang terlibat dengan terbunuhnya Khashoggi.

Kamis lalu the New York Times melaporkan, sejumlah pejabat Saudi dekat dengan bin Salman berencana menjadikan Wakil Kepala Intelijen Ahmad Hassan Asiri.

Dengan menjadikan Asiri kambing hitam maka dikatakan itu bisa membuat putra mahkota terbebas dari segala tuduhan.

Tudingan tak berdasar

Penyangkalan dari pejabat Saudi juga disampaikan ketika laporan soal Khashoggi kemungkinan dibunuh di dalam konsulat menyebar ke publik internasional.

Lima hari setelah Khashoggi terlihat masuk ke gedung konsulat, pejabat Saudi membantah laporan Reuters dengan menyebut ‘tudingan itu tidak berdasar’.

Laporan Reuters juga menyertakan keterangan ada 15 warga Saudi yang terbang dari Riyadh ke Istanbul di hari ketika Khashoggi hilang setelah memasuki gedung konsulat Saudi.

Duta Besar Saudi untuk Amerika Serikat Pangeran Khalid bin Salman juga mengeluarkan pernyataan pada 9 Oktober soal Khashoggi.

“Jamal punya banyak teman di kerajaan, termasuk saya sendiri, dan meski kita berbeda pandangan, dan dia memilih untuk mengasingkan diri di AS kami masih menjalin komunikasi rutin ketika dia di Washington,” kata dia.

Dia menambahkan informasi bocoran dari pejabat Turki soal Khashoggi yang jadi korban pembunuhan brutal ‘sama sekali keliru dan tak berdasar’.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *