Realistis dan Idealis seputar Sokbreker Jip Restorasi

Realistis dan Idealis seputar Sokbreker Jip Restorasi

Otomotif – Jip merupakan salah satu objek restorasi favorit, faktor sejarah dan nostalgia banyak melatarbelakangi restorasi itu.

Ide dasar sebuah proses restorasi tak lain mengembalikan kendaraan pada kondisi standar, sedekat mungkin dengan saat dikeluarkan oleh pabrikan.

Sehingga tak mengherankan jika fokus perburuan mengerucut pada barang bawaan spesifikasi asli, salah satunya adalah sokbreker.

Sebagian besar kendaraan yang dipasarkan di era 1980an atau sebelumnya menggunakan jenis sokbreker oli.

Kaki-kaki FJ40

Kadang pemilik kendaraan memiliki keinginan lain, tak sedikit dari mereka merestorasi kendaraannya agar bisa dipergunakan untuk harian.

“Khususnya di Indonesia, kendaraan dengan per daun menggunakan jenis sokbreker oli.
Walau tidak menutup kemungkinan di luar negeri sana, kondisinya lain, menggunakan sokbreker oli dan gas,” tutur Jumadi dari Kebon Klasik Retro,Cikunir Pondok Gede Bekasi.

Kadang pemilik kendaraan memiliki keinginan lain tak sedikit dari mereka merestorasi kendaraannya agar bisa dipergunakan untuk harian, atau menyesuaikan kondisi kendaraan dengan kondisi sekarang ini.

Sokbreker advance lebih unggul dalam performa dan bisa disetel tingkat kekerasannya. Namun sama seka

“Melakukan upgrade dengan menggunakan sokbreker gas bukan hal yang haram dilakukan, walau melenceng dari spesifikasi kendaraan,” tutur Jumadi.

“Saya pribadi masih menginginkan penampilan orisinal, namun dengan citarasa yang lebih tajam dan presisi dibandingkan bawaan kendaraan.

Karena jip saya ini harus bisa digunakan sebagai kendaraan harian dengan kondisi terkini.
Oleh sebab itu, pilihan sokbreker dari FJ40 saya jatuh pada tipe gas.

“Sebenarnya bebas saja menentukan jenis sokbreker gas atau oli.

Sejauh tidak merusak estetika sebagai kendaraan restorasi,” tutur Gerardus Ario Condro Sasongko salahseorang kolektor jip sepuh.

“Saya pribadi lebih memilih menggunakan sesuai dengan spek bawaan kendaraan.
Jika ada kekurangannya,saya anggap sebagai salah satu bagian menikmati barang tua.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *