Samsung vs Apple: Samsung lebih produktif, Apple lebih kaya

Samsung dan Apple sudah lama bersaing di industri teknologi. Namun, persaingan keduanya terasa makin fundamental.

Dalam laporannya di kuartal musim panas 2018, melansir Apple Insider, Samsung mengalami penurunan 22 persen dari pemasukan, dan kejatuhan sebesar 34 persen dari keuntungan tahun-ke-tahun dari divisi mobile. Divisi ini meliputi smartphone, tablet, smartwatch, serta beberapa produk lainnya.

Di sisi lain, Apple dalam kuartal yang sama justru merengkuh kenaikan pemasukan dan juga keuntungan sebesar 17 persen.

Jika Anda tak percaya prosentase, perbandingan data finansial dari Samsung dan Apple yang keduanya dirilis secara resmi, menunjukkan bahwa pemasukan kuartal kedua 2018 Samsung sebesar 20 milyar dollar, sementara Apple 53 milyar dollar. Angka ini menunjukkan pemasukan Apple dua kali lipat Samsung.

Hal ini menjadi pertanyaan besar, karena Samsung adalah produsen smartphone terbesar di dunia saat ini berdasarkan unit volume dan pengiriman.

Merek yang Kuat

Salah satu alasan yang bisa dibilang ‘klise’ untuk membicarakan soal kekalahan Samsung dari Apple adalah soal merek Apple yang bisa dibilang lebih kuat.

Apple dianggap telah sukses berkonsentrasi ke segmen pasar papan atas. Samsung sendiri mencoba mendobrak di pasar ini namun hanya bisa merengkuh sebagian dari pasar tersebut.

Kami sudah pernah membahas soal ini di artikel ” 5 Alasan iPhone lebih dipilih ketimbang Android” yang bisa langsung Anda klik tautannya.

Sebenarnya Samsung ingin mendobrak stigma ini dengan menyodorkan merek Samsung Galaxy di berbagai iklan di media, endorse, dan banyak lagi lainnya.

IBTimes bahkan menyebut bahwa biaya tahunan Samsung untuk beriklan adalah 14 milyar Dollar, salah satu yang termahal sepanjang sejarah industri mobile.

Hal ini wajar karena Samsung lebih produktif memproduksi smartphone, di mana kelas papan atas saja ada lini S dan Note, belum lagi lini J serta A.

Namun bisa kita lihat dari data yang muncul, kalau Samsung masih belum bisa mengalahkan Apple dari segi pemasukan.

Terlebih lagi dari yang dikutip Apple Insider, disebut bahwa Apple hanya menggelontorkan biaya 1 milyar Dollar untuk beriklan tiap tahunnya.

Tim Cook sendiri tidak ingin menjual smartphone murah. Ketika kritik pedas kepada Apple muncul beberapa tahun lalu karena dianggap tidak mampu berinovasi lagi dan diharap memproduksi gadget murah,

Tim Cook buka suara. “Aku tidak percaya kalau pasar smartphone hig-end sudah mencapai puncaknya,” ungkap sang CEO.

Jadi sampai kapanpun, Apple dengan iPhone-nya akan terus punya persepsi kuat soal merek papan atas, jika mereka tak berganti ideologi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *