Tricia Aoijs, Pilar Timnas 3×3 Indonesia U-18 yang Tak Pernah Lelah Belajar

Laporan Yus Mei Sawitri dari Malaysia – Pebasket asal Bali, Tricia Mary Aoijs, tak pernah menyangka bisa mengenakan jersey Timnas Indonesia. Namun, jersey tersebut memang bisa melekat di badannya karena buah dari kerja kerasnya .

Pemain kelahiran 26 Maret 2001 tersebut sudah menekuni basket sejak duduk di kelas 3 sekolah. Dia terjun ke dunia basket karena ajakan sang kakak, Jasmin Aoijs. Siapa sangka kariernya di basket moncer. Pada usia 12 tahun, dia telah ikut kompetisi basket U-16 di Bali.

Kini, Tricia telah masuk skuat basket 3×3 Indonesia. Dia menjadi salah satu pemain Tim Merah Putih yang diturunkan pada ajang FIBA 3×3 U-18 Asia di Cyberjaya, Malaysia, Jumat-Minggu (7-9/9/2018).

Setelah mencapai level tim nasinal, dia pun tak mau setengah-setengah dalam bermimpi. Dia bertekad ingin memperkuat Indonesia di level Asian Games bahkan Olimpiade.

Namun, dia memahami jalan menuju ambisi besarnya itu bakal berliku. Apalagi, Tricia juga menyadari masih banyak kekurangan yang harus ditambal.

“Salah satu kekurangan saya itu kurang pede. Kalau dapat lawan berat, jadi muncul rasa kurang pedenya dan berpengaruh ke penampilan. Padahal harusnya bisa tampil jauh lebih bagus daripada itu,” kata Tricia, dalam perbincangan dengan Bola.com di Cyberjaya, Sabtu (8/9/2018).

Demi mengatasi kekurangan tersebut, Tricia tak lelah belajar. Baginya, tak ada batasan dalam belajar, bahkan setinggi apapun level yang telah dicapai.

Salah satu caranya belajar dengan menyaksikan aksi bintang-bintang dunia yang bertanding di Asian GAmes 2018, bulan lalu.

“Nonton Asian Games itu membangun sekali. Saya jadi tahu mainnya pemain level dunia. Bisa mengetahui main bagus itu seperti apa,” kata pemain yang berdarah Manado dan Belanda itu.

Idolakan Isaiah Thomas

Tricia juga banyak belajar dan mengambil inspirasi dari bintang NBA, Isaiah Thomas. Dia merasa jalan karier Thomas sangat memotivasinya.

Dia menyebut Thomas tetap rendah hati dan tak pernah menyerah meski sudah beberapa kali di-trade. Sang pemain juga tak berputus asa ketika mengalami beberapa kali cedera.

“Isaiah Thomas itu pemain yang tak pernah menyerah. Saya belajar dari dia, intinya jangan pernah berputus asa. Selain itu saya juga pernah sakit pinggul seperti Thomas. Cara dia bangkit memotivasi saya,” sambung pelajar SMA 1 Denpasar itu.

Tricia juga mengidolakan pebasket putri andalan Indonesia, Natasha Debby Christaline. Menurut dia, Debby sosok yang berani menghadapi siapa pun, serta mentalnya tak pernah down.

“Saya pengin berusaha lebih keras lagi daripada ini. Saya ingin agar tak lagi ada orang yang meremehkan Indonesia,” tegas pemain yang suka memasak di saat menikmati waktu luang tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *